Sanur

Thu, 7 May 2026 | 08:03

Minggu ini aku berlibur di Sanur selama 4 hari. Sanur selalu terasa istimewa di hatiku. Apalagi sekarang, Sanur memberiku banyak harapan akan perkembangan negaraku kedepan. Sekarang, trotoar sudah sangat bagus, meskipun baru di sepanjang Jalan Danau Tamblingan. At least we start somewhere ya. Jalan kaki dan sepeda menjadi pilihan yang sangat masuk akal di sini. Banyak tempat penyewaan sepeda juga di sepanjang jalan dan pantai. Turis dan warga lokal juga sepertinya sangat menikmati bersepeda disini. Kemarin aku cek Air Quality Index nya sekitar 20. Itu skor yang sangat-sangat sehat. Teori walkable city sangat jelas diimplementasi di sini. Di dalam kota ada mall, pasar, hotel, pemukiman, restoran, rumah sakit, semua dalam jarak walkable. Aku merasa sanur sebagai satu-satunya destinasi wisata di Bali yang walkable dan inclusive (ramah pengguna kursi roda). Desa lain, take notes ya! Bravo pemerintah Denpasar dan pengurus desa adat Sanur, dan tentu saja semua elemen masyarakat Sanur.

Step selanjutnya, mungkin bisa diperketat sanksi untuk parkir liar. Saya masih lihat banyak yang parkir di trotoar, terutama Ojol. Meskipun sudah disiapkan banyak parkiran umum (yang tentu saja berbayar). Masih banyak juga pengendara yang lewat di trotoar. Parkir mobil di trotoar juga ada. Aturan tanpa sanksi yang tegas juga sia-sia.

Selain itu, kabel internet juga masih sangat semrawut. Internet provider yang nakal juga harusnya diberi sanksi yang tegas. Selain itu, mungkin juga bisa dipindahkan ke bawah tanah. Entah apa pros dan cons nya, biarkan yang ahli yang berpendapat. Tapi, menurut saya, alangkah baiknya jika kabel ini dirapikan juga.

Desa desa lain seperti, Kuta, Kerobokan, Canggu, Seminyak, dan Legian seharusnya bisa mencontoh apa yang dilakukan di Sanur. Jika semuanya sudah di buat indah dan premium, Bali sebagai tempat wisata premium adalah sebuah keniscayaan.